Ketulusan Kata

Ruangan ini sering bikin kangen

Ruangan ini sering bikin kangen

Pantai tiang bendera dari atas #Pantai #Rote

Pantai tiang bendera dari atas #Pantai #Rote

private beach #sunset #pantai #Rote

private beach #sunset #pantai #Rote

Private beach #siluet #sunset #Rote

Private beach #siluet #sunset #Rote

Kevin main roda #sore #Rote

Kevin main roda #sore #Rote

#pantai #teluk #Rote # Oeseli

#pantai #teluk #Rote # Oeseli

Keras dan Lembut

Rasa syukur memang selalu saja membuat kita bahagia dan semangat penuh optimis menjalani rangkaian cerita sehari-hari. Syukur rasanya membuncah lepas ketika dapat benar-benar merasakan menjadi teman berbagi untuk anak-anak di bagian timur Indonesia. Wilayah timur di republik ini sepertinya dicitrakan khalayak sebagai wilayah yg tertinggal dengan orang-orang yang kasar. Fasilitas di wilayah ini memang terbatas di banding wilayah lain mungkin itulah penyebabnya opini tersebut muncul. Keras bagi saya itulah akibat dari kerasnya berjuang untuk hidup di wilayah ini, lemah sedikit saja bisa jadi tak bisa bertahan.

Pertama saya berbagi dengan anak-anak disini ada sebuah tekad kuat untuk menggunakan kelembutan sebagai pengantarnya. Hari-hari pertama memang sukses besar, namun lama kelamaan rasanya juga berat jika harus selalu lembek terhadap mereka. Anak-anak tidak nakal, tidak seperti yang dibayangkan. Entah kebiasaan atau ada sesuatu yang belum saya ketahui, bagi mereka bentakan dan gertakan dianggap wajar dan biasa. Metode yang selalu dibawakan dengan kelemah lembutan dan bersahabat membuat perhatian mereka buyar.

Rasanya saya mulai paham, sesuatu yang monoton sebaik apapun bentuknya lama-lama akan membuat kita bosan. Seperti ketika kita berbicara, menceritakan suatu kisah, agar terlihat lebih nyata dibuthkan intonasi, yang kadang lemah tapi dibagian tertentu ada penekan tinggi. Begitulah seharusnya agar menjadi harmonisasi yang indah. Dalam berbagi juga demikian, tak bisa kita selalu memakai gaya yang lembek sesekali kita juga perlu penekanan tinggi. Saya yakin keras bukan berarti jahat dan lembut bukan berarti baik. Justru karena sayang yang besar ini kita harus pintar memadu padankan metodenya . Sekali lagi saya belajar, bahwa untuk menjadikan sesuatu lebih berdaya adalah menyatukannya dalam kolaborasi yang indah, sama sekali tidak berdiri sendiri-sendiri.

Jauh dan Dekat

Siang ini mengajari anak-anak apa itu antonim dan sinonim. “Apa antonim dari kata jauh?” Tanyaku pada mereka. Suasana sepi seketika, mereka bingung masih rancu antara lawan kata, atau persamaan kata. Mengajari mereka memang butuh waktu, harus sabar dan tentunya menemukan cara yang tepat agar diserap masuk ke memori jangka panjang mereka.

Tiba-tiba di kepala ini terngiang kata jauh dan dekat yang kujadikan contoh antonim.Seringkali ketika merasa ingin berbagi cerita, aku lebih sering merindukan sahabat-sahabat yang saat ini posisinya jauh. Merasa perlu sekali untuk berkomunikasi dan mengobrol dengan mereka yang jauh. Saat sedang asyik mengobrol dengan yang jauh kadang malah mengabaikan yang dekat, rasanya ini kurang adil.

Kejadian semalam rasanya membuatku menyadari bahwa orang-orang yang ada didekat kita lebih spesial untuk kita. Semalam badan ini rasanya tak karuan kepala pusing dan mual, perut ini menolak makanan yang masuk, sepertinya penyebabnya adalah masuk angin. Obat masuk angin yang sering dikonsumsi tidak ada di kampung ini. Jelas sekali aku bingung, apa yang harus dilakukan. Terpikir untuk mengobati masuk angin ini dengan mengerik punggung.”lantas siapa yang akan mengerik punggungku?” Tanyaku pada diri sendiri.

Kupaksa tubuh ini untuk sholat berjamaah di masjid, anak-anak sudah menunggu untuk mengaji setelah sholat. Lama kelamaan badanku semakin lemas untuk beraktifitas. Setelah mengaji aku minta tolong pada salah satu anak untuk membantuku mengerik punggung, setelah dikerik, Alhamdulillah Allah memberikan kesembuhan.

Kita kadang lupa, jika orang didekat kitalah yang bisa membantu langsung kesusahan yang sedang kita alami. Mereka yang didekat kita membersamai kita melewati hari-hari saat susah dan senang. Sudah seharusnya perhatian kita lebih banyak dicurahkan untuk mereka, bukan berarti kita melupakan yang jauh. Mereka yang saat ini ada didekat kita, mereka adalah kado spesial untuk kita dari Allah yang Maha Kuasa.~

Lomba Derita

'Huh… Udah sejam nunggu ternyata ngga dateng.' “Baru aja sejam, gue pernah nunggu sampe dua jam ngga ada kabar biasa aja.” Sahut temannya.

Kadang kita ngga sadar tergoda untuk ‘lomba derita’ dengan orang lain, entah apa tujuannya. Bagi yang pernah mengalami derita lebih akan jumawa melihat entengnya derita orang lain. Disisi lain orang yang sedang dianggap remeh akan sangat sakit mendengar perkataan tandingannya.

Memamerkan derita meskipun tujuannya baik tetap saja tidak tepat diutarakan pada seseorang yang sedang mengalami kesedihan. Kondisi ini lebih jauh dapat membuat hubungan dengan saudara kita rusak.

Niat baik untuk menghibur dan menyemangati bila dilakukan dengan kurang tepat dan waktu yang tidak mendukung agaknya bisa menghasilkan tanggapan yang sebaliknya. Karena sejatinya bicara yang baik itu tentu namun bukan hanya baik saja tetapi juga pada kondisi yang ‘tepat’.

Berhentilah berlomba derita dengan yang lainnya. Persaudaraan kita amatlah berharga, jangan pernah dirusak oleh tindak-tanduk yang gegabah, apalagi hanya karna lomba derita. Do’akanlah saudara kita yang sedang mengalami derita, bukan dengan membuatnya semakin bersedih.~

“Hati yg tak pernah tetap”
— Sungguh mudah bagi Allah membolak-balikan hati ini, maka mohonlah selalu agar ketika kita lupa mengingatNya, Allah segera membalikan hati ini padaNya